Jumat, Oktober 9, 2026

Gibran Diserang Polemik Ijazah, Kornas MIM: Beri Ruang Pemimpin Muda Membuktikan Diri

Koordinator Nasional Milenial Indonesia Maju (Kornas MIM), Awi Jaya, menyatakan dukungannya terhadap Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, agar tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan dan mendorong kemajuan bangsa.

Awi menilai berbagai polemik yang berkembang, termasuk persoalan ijazah, semestinya tidak mengganggu konsentrasi Gibran dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden.

“Buat apa mengurus ijazah, lebih baik mengurus yang lain, terutama persoalan sosial ekonomi dan kemajuan bangsa,” kata Awi Jaya dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Menurut Awi, persoalan mengenai dokumen persyaratan pencalonan semestinya menjadi bagian dari proses verifikasi pada tahapan pencalonan. Ia mempertanyakan alasan persoalan tersebut kembali menjadi polemik setelah tahapan pemilu dan proses hukum terkait hasil pemilu telah dilalui.

Baca Juga  LSM ANKER Layangkan Surat ke Panitia Pilkades Sukamurni kecamatan Sukakarya, Desak Transparansi Anggaran hingga Soroti Dugaan LPPD Petahana Tidak Sesuai

“Kalau memang ada persoalan mengenai ijazah, seharusnya dipersoalkan pada saat tahapan pendaftaran dan verifikasi oleh KPU. Masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan tanggapan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Awi juga menyinggung mekanisme penyelesaian sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, PHPU memiliki tahapan dan batas waktu tersendiri sehingga persoalan yang berkaitan dengan proses pencalonan perlu dilihat berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

“Kalau mau dipermasalahkan, ada tahapan dan mekanismenya. Jangan sampai persoalan yang seharusnya sudah melewati tahapan justru terus menjadi polemik yang menghabiskan energi publik,” kata Awi.

Ia menilai Gibran sebagai sosok pemimpin muda menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden. Karena itu, Awi meminta Gibran tetap bekerja dan tidak larut dalam berbagai polemik yang berpotensi mengganggu fokus pemerintahan.

Baca Juga  Menjaga Konstitusi, Menjaga Kepercayaan Rakyat Kepada Mahkamah Konstitusi

“Gibran masih muda, tetapi sudah banyak pihak yang ingin menjegal dan mengganggunya. Saya mendukung Gibran agar tetap fokus membangun bangsa,” tegasnya.

Awi mengatakan energi pemerintah dan masyarakat sebaiknya diarahkan pada persoalan yang lebih substantif, seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Ia juga mengajak generasi muda memberikan ruang kepada pemimpin muda untuk membuktikan kapasitasnya melalui kerja nyata.

“Jangan sampai energi bangsa habis untuk polemik yang tidak produktif. Yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah bekerja, ekonomi masyarakat meningkat, lapangan kerja bertambah, dan Indonesia semakin maju,” katanya.

Baca Juga  SPBU Sukatani Disorot, Diduga Ada Pengisian Pertalite Berulang untuk Oknum Motor dengan Imbalan Uang Kopi

Menurut Awi, kritik terhadap pemerintah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut, kata dia, sebaiknya disampaikan secara objektif, konstruktif, dan berdasarkan mekanisme yang tersedia.

Awi berharap Gibran dapat terus fokus menjalankan tugasnya dan membuktikan bahwa generasi muda memiliki kapasitas untuk mengambil peran penting dalam pemerintahan serta membawa Indonesia menuju kemajuan.

“Berikan kesempatan kepada pemimpin muda untuk bekerja dan membuktikan dirinya melalui hasil nyata. Ukur kepemimpinan dari kerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkas Awi.

Baca Juga

Artikel Lainnya

Nasional

Berita Teratas

Trending

Berita Pilihan